WELCOME

Sabtu, 18 Mei 2013

Makalah Perkembangan Muhammadiyah Pasca Muktamar ke 46.


KATA PENGANTAR

     Alhamdulillah dan segala puji-pujian saya sampaikan kehadirat Allah SWT. Maha suci Allah SWT yang memberikan kekuatan, rejeki serta Kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik. Selain itu kami juga berterima kasih kepada teman-teman yang turut juga membantu menyelesaikan Makalah ini.
     Makalah ini disusun dengan maksud melengkapi nilai UTS khususnya dalam Mata Pelajaran Kemuhammadiyahan.Dengan Makalah yang di buat ini kami  berharap dapat menyelesaikan tugas – tugas sekolah dengan baik.
     Makalah ini merupakan ilmu yang dapat mengembangkan pengetahuan kita karena semakin kita banyak membaca buku atau sumber manapun, maka semakin besar pula pengetahuan kita tentang apa yang ada dan apa yang sedang di perbicarakan di luar sana.
     Selain itu kami juga sangat berharap setelah ini masih akan ada yang lebih dapat menjelaskan lagi isi dari makalah ini dengan selengkap lengkapnya.
     Kami semua sangat menyadari betul bahwa resensi yang saya buat ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karenanya kritik, saran dan masukan yang bersifat membangun saya tampung sebagai bahan perbaikan di masa yang akan datang.
Semoga Allah SWT memberikan ridho dan petunjuk-nya Amiin.

Bengkulu,     Oktober 2012

                                                                                                                    Tim Penyusun




 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
DAFTAR ISI  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . .  . . .3
      BAB I       Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . .4
      BAB II      Isi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . 
A.     Perkembangan Muhammadiyah Pasca Muktamar ke 46. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6
B.     Peran  Muhammadiyah Pasca Muktamar ke 46
       dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23
 BAB III      PENUTUP                  
       Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . 25

                      









BAB I
PENDAHULUAN
     Alhamdulillah bahwa dengan limpahan  ridha, karunia, hidayah, dan taufik Allah SWT maka Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam rentang waktu 100 tahun / satu abad dapat menjalankan dakwah dan tajdid untuk membawa keselamatan hidup umat manusia di  dunia dan akhirat.
     Gerakan dakwah dan tajdid yang dijalankan oleh Muhammadiyah diwujudkan melalui berbagai usaha yang kemudian diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang tujuan utamanya adalah menuju tercapainya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dalam jangkauan yang lebih luas misi dakwah dan tajdid Muhammadiyah itu tidak lain sebagai perwujudan mengemban risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
     Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang menjadi tujuan Muhammadiyah memang merupakan cita-cita luhur yang mungkin tidak akan terwujud secara ideal, tetapi sebagai suatu perjuangan gerakan Islam. Hal itu harus terus dilakukan sehingga tujuan mendekati pencapaian tujuan masyarakat yang diidam-idamkan dapat tercapai . Secara bertahap, kontinu, dan tersistem kehidupan umat beragama Islam dan warga Muhammadiyah khususnya dalam rentang waktu satu abad perjalanan telah berusaha menampilkan diri sebagai masyarakat Islam yang dinginkan, sehinggga jamaah Muhammadiyah secara keseluruhan sampai batas tertentu merupakan wujud nyata dari masyarakat Islam.
     Muhammadiyah dalam mencapai tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya menjalankan perjuangan melalui usaha yang diwujudkan ke dalam program, amal usaha, dan kegiatan . Dalam menjalankan usahanya itu Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menjalankan misi dakwah dan tajdid senantiasa dilandasi, dijiwai, dan diarahkan oleh ajaran Islam mengajak kepada amar makruf nahi munkar, menunaikan risalah Tuhan, dan berjihad di jalan-Nya.
     Perwujudan usaha dalam mencapai maksud dan tujuan Muhammadiyah dilaksanakan melalui program yang dirumuskan pada setiap Muktamar, sebagai suatu rancangan kegiatan yang harus dilaksanakan pada setiap tahapan baik yang bersifat jangka menengah  ( periode lima tahunan ) maupun jangka panjang sesuai dengan visi dan misi pengembangan organisasi Muhammadiyah.
     Dalam gerak melintasi zaman dari satu abad kesatu ke abad kedua dan dalam menghadapi masalah-masalah keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang sangat kompleks itu Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk menjadi bagian dari  Muhammadiyah pada abad kedua meneguhkan kembali komitmen gerakannya untuk proaktif dalam melakukan pencerahan bagi kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan yang penuh dengan tantangan. Untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut salah satu agenda kegiatan melalui forum Muktamar Muhammadiyah.
     Program Muhammadiyah adalah rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan visi yang ditetapkan dan ingin dicapai oleh organisasi. Program Muhammadiyah merupakan perwujudan dari usaha persyarikatan untuk mencapai tujuan Muhammadiyah. Program merupakan serangkaian langkah berencana dan berkesinambungan dalam rangka merealisasikan misi Muhammdiyah, baik sebagai gerakan Islam yang menjalankan misi dakwah dan tajdid, sebagai bagian dari umat Islam dan komponen bangsa Indonesia. Dengan demikian program disusun selain berpedoman pada acuan dasar organisasi juga pada realitas permasalahan yang dihadapi umat, bangsa, dan dunia Islam pada umumnya serta visi ideal atau kondisi yang ingin diciptakan yang terkait dengan terciptanya tujuan Muhammadiyah yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan pentahapannya.
     Dan untuk itu dalam Makalah ini akan di jelaskan secara mendetail mengenai Perkembangan Muhammadiyah paska Muktamar ke 46 serta perannya dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.








BAB II
ISI
A.   Penjelasan isi Rencana Muktamar Ke 46
      Program Muhammadiyah bukan semata-mata rencana dan pelaksanaan seperangkat kegiatan yang praktis, tetapi merupakan aktualisasi atau perwujudan dari misi utama Muhammadiyah yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Misi utama atau misi ideal Muhammadiyah tersebut merupakan gerak berkelanjutan yang tidak pernah berhenti sejak Muhammadiyah berdiri hingga saat ini dan masa-masa ke depan sebagai perjuangan kolektif melalui organisasi. Capaian utamanya ialah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
      Format masyarakat Islam yang sebenar-benarnya diaktualisasikan dalam gerakan yang multivariasi melalui Amal Usaha Muhammadiyah, Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah, Keluarga Sakinah, Qoryah Thoyyibah, dan secara inklusif dalam format Islamic Civil Society (Masyarakat Civil Islam), di samping melalui berbagai langkah pembentukan jamaah-jamaah di akar rumput atau Ranting yang mencerminkan kualitas masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Adapun visi ideal (tujuan utama), misi ideal (misi utama), dan usaha Muhammadiyah yang harus diwujudkan melalui program Muhammadiyah ialah sebagai berikut.

1. Program Bidang Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam
a. Rencana Strategis:
     Menghidupkan tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam dalam Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis-dinamis dalam kehidupan masyarakat dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan perkembangan sosial budaya dan kehidupan pada umumnya sehingga Islam selalu menjadi sumber pemikiran, moral, dan praksis sosial di tengah kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kompleks.


b. Garis Besar Program:
1) Mengembangkan dan menyegarkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam  kehidupan masyarakat yang multikultural dan kompleks.
2) Mensistematisasi metodologi pemikiran dan pengamalan Islam sebagai prinsip gerakan tajdid dalam gerakan Muhammadiyah
3) Mengoptimalkan peran kelembagaan bidang tajdid, tarjih dan pemikiran Islam untuk selalu proaktif dalam menjawab masalah riil masyarakat yang sedang berkembang
4) Mensosialisasikan produk-produk tajdid, tarjih dan pemikiran ke-Islaman Muhammadiyah ke seluruh lapisan masyarakat
5) Membentuk dan mengembangkan pusat penelitan, kajian, dan informasi bidang tajdid dan pemikiran Islam yang terpadu dengan bidang lainnya.
2. Program Bidang Tabligh
   a. Rencana strategis:
    Peningkatan kuantitatif dan kualitatif peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah kemasyarakatan yang berpengaruh langsung dalam menciptakan masyarakat Islami sebagai perwujudan dari partisipasi aktif Muhammadiyah dalam pembangunan umat dan bangsa untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.
   b. Garis besar program:
1)      Peningkatan kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah.
2)      Peningkatan mutu dan kompetensi muballigh Muhammadiyah
3)      Perluasan jangkauan dakwah agar mampu menyentuh berbagai level dan jenis kelompok masyarakat
4)      Pengembangan dan implementasi dakwah multimedia baik media lokal, maupun media dengan muatan teknologi baru
5)      Mengevaluasi dan memperbaiki konsep dan implementasi proyek-proyek dakwah Muhammadiyah, seperti dakwah jamaah, dakwah kultural dan sebagainya, agar kembali berjalan secara efektif.
6)      Mengembangkan metode dan praktek pembinaan kehidupan Islami dalam masyarakat.
7)       
3. Program Bidang Pendidikan, Iptek, dan Litbang
a. Rencana Strategis:
Membangun kekuatan Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dan eksplorasi aspek-aspek kehidupan yang bercirikan Islam, sehingga mampu menjadi alternatif kemajuan dan keunggulan di tingkat Nasional atau Regional
b. Garis Besar Program:
1)      Membangun sistem informasi kekuatan Sumber Daya Insani (SDI) Muhammadiyah dalam bidang Iptek
2)      Menyusun Roadmap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Muhammadiyah
3)      Memobilisasi kekuatan Muhammadiyah dalam bidang Iptek melalui pusat-pusat keunggulan yang berbasis lembaga pendidikan Muhammadiyah
4)      Membangun cetak biru (blue print) pendidikan Muhammadiyah untuk menjawab ketertinggalan pendidikan Muhammadiyah selama ini, dan sebagai langkah antisipasi bagi masa depan pendidikan yang lebih kompleks
5)      Menegaskan posisi dan implementasi nilai Islam, Kemuhammadiyahan, dan kaderisasi dalam seluruh sistem pendidikan Muhammadiyah
6)      Mempercepat proses pengembangan institusi pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat keunggulan dengan menyusun standar mutu
7)      Menjadikan mutu sebagai tujuan utama bagi seluruh usaha pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah
8)      Mengintegrasikan pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat
9)      Menyusun sistem pendidikan Muhammadiyah yang berbasis Al-Qur’an dan Sunnah
10)  Mengembangkan program-program penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berbagai aspek kehidupan yang penting dan strategis sebagai basis bagi pengambilan kebijakan dan pengembangan kemajuan Persyarikatan.
11)  Mengembangkan jaringan dan kerjasama lembaga-lembaga serta pusat-pusat penelitian dan pengembangan di lingkungan Persyarikatan.

4. Program Bidang Kaderisasi
   a. Rencana Strategis
Membangun kekuatan dan kualitas pelaku gerakan serta peran dan ideologi gerakan Muhammadiyah dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang menyeluruh dan berorientasi ke masa depan.
   b. Garis Besar program:
1)      Meningkatkan kualitas perkaderan dalam segala aspek, meliputi materi, pengelolaan, metode, strategi, dan orientasi perkaderan agar lebih relevan dan kompatible dengan kepentingan dan kebutuhan para kader
2)      Meningkatkan kompetensi kader yang meliputi kompetensi akademis dan intelektual, kompetensi keberagamaan, dan kompetensi sosial-kemanusiaan guna menghadapi tantangan organisasi masa depan
3)      Transformasi kader secara terarah dan kontinyu guna memberi peluang bagi kader dalam mengaktualisasikan potensi dan kompetensinya di Muhammadiyah, serta memperluas akses ke berbagai bidang dan profesi di luar Persyarikatan
4)      Pemberdayaan AMM yang terdiri dari tiga unsur, yaitu anggota organisasi-organisasi otonom angkatan muda Muhammadiyah, anggota keluarga warga Muhammadiyah dan pelajar/mahasiswa serta lulusan lembaga pendidikan Muhammadiyah
5)      Penguatan sekolah-sekolah kader Muhammadiyah seperti Madrasah Mualllimin/ Muallimat Muhammadiyah, Pondok Hj. Nuriyah Shobron, PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah), Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah, dan lain-lain dengan pengawasan yang intensif.
6)   Pemantapan dan peningkatan pembinaan ideologi gerakan di kalangan kader, pimpinan, dan anggota Persyarikatan sebagai basis solidaritas dan kekuatan perjuangan dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah.
5. Program Bidang Kesehatan, Kesejahteraan, dan Pemberdayaan Masyarakat
    a. Rencana Strategis
         Mengembangkan dan memperluas kekuatan basis gerakan Muhammadiyah yang terletak pada pusat “Penolong Kesengsaraan Oemoem“ sehingga menjadi tenda besar bagi pelayanan dan keberpihakan sosial Muhammadiyah secara terpadu dan lebih luas.

    b. Garis Besar Program:
1)      Mendorong pelayanan terpadu bidang kesehatan yang menekankan pada kesehatan fisik, jiwa, iman, hukum dan sosial
2)      Mengembangkan konsep jalinan dan keterpaduan antara pelayanan sosial kesehatan Muhammadiyah dengan masyarakat dalam rangka mengembangkan misi Islam dan Muhammadiyah.
3)      Membangun jaringan pelayanan sosial dan kesehatan Muhammadiyah yang mendorong bagi terciptanya daya dukung kekuatan pelayanan yang kuat, strategis dan cepat kepada masyarakat akar rumput
4)      Membuat dan mengembangkan pusat penelitian, pengembangan, data, informasi dan crisis center kesejahteraan masyarakat sebagai peta dasar dan tindakan strategis dalam memberikan pelayanan sosial Muhammadiyah di masyarakat.
5)      Menghidupkan suasana ke-Islaman dan dakwah dalam setiap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
6)      Membuat prioritas penanganan masalah dalam memberikan pelayanan kesejahteraan masyarakat berdasarkan kebutuhan masyarakat.
7)      Mengembangkan alternatif-alternatif baru program pengembangan masyarakat untuk berbagai level dan jenis kelompok masyarakat.
8)      Mengintegrasikan kerja persyarikatan dan amal usaha dalam program pengembangan masyarakat.
9)      Mendorong, mengembangkan, dan mengoptimalkan terus menerus kekuatan Muhammadiyah sebagai elemen pemberantasan serta penyalahgunaan NAPZA.
10)  Meningkatkan dan memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat di lingkungan komunitas petani, buruh, nelayan, dan mereka yang mengalami marjinalisasi sosial di perkotaan maupun pedesaan.
6. Program Bidang Wakaf, ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah), dan Pemberdayaan Ekonomi
    a. Rencana Strategis:
Terciptanya kehidupan sosial ekonomi umat yang berkualitas sebagai benteng atas problem kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan pada masyarakat bawah melalui berbagai program yang dikembangkan Muhammadiyah.

    b. Garis Besar Program:
1)      Menciptakan cetak biru (blue print) pengembangan ekonomi sebagai usahauntuk mengevaluasi dan merancang program pemberdayaan ekonomi ummat yang efektif.
2)      Mengembangkan model pemberdayaan ekonomi yang didasarkan atas kekuatan sendiri sebagai wujud cita-cita kemandirian ekonomi ummat
3)      Menegaskan keberpihakan Muhammadiyah terhadap usaha-usaha ekonomi dalam membangun kekuatan masyarakat kecil (akar rumput) yang dhu’afa dan musatdh’afin melalui kegiatan-kegiatan ekonomi alternatif.
4)      Peningkatan pengelolaan ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) dan akuntabilitasnya sehingga menjadi penyangga kekuatan gerakan pemberdayaan umat.
5)      Mengupayakan terlaksananya ekonomi syariah yang lebih kuat dan terorganisasi dengan tersistem.
6)      Peningkatan mutu pengelolaan wakaf dan perkuasan gerakan sertifikasi tanah-tanah wakaf di lingkungan Persyarikatan.
7)      Pengembangan bentuk wakaf dalam bentuk wakaf tunai dan wakaf produktif

7. Program Bidang Partisipasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
      a. Rencana Strategis
       Membangun dan mengembangkan partisipasi-kritis dan strategis bagi warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam dinamika kehidupan kenegaraan dan kebangsaan yang didasari oleh akhlaqul karimah dan Khittah Perjuangan.
      b. Garis Besar Program:
1)      Mengembangkan Jaringan persyarikatan Muhammadiyah untuk dioptimalkan pemanfaatannya guna mempengaruhi kebijakan nasional yang sesuai dengan aspirasi masyarakat umum terutama umat Islam
2)      Mengoptimalkan peran kelembagaan, dalam hal ini Majelis Hikmah, untuk memfasilitasi, mendorong, dan mengkoordinasikan para politisi Muhammadiyah untuk berperan aktif dan berpihak pada kepentingan umat Islam dan rakyat secara umum maupun kepentingan Muhammadiyah secara khusus.
3)      Merumuskan dan mengembangkan kaidah etika politik bagi warga Muhammadiyah yang akan duduk di lembaga-lembaga kenegaraan dan atau yang akan menempati jabatan politik maupun jabatan publik.
4)      Mengembangkan Jaringan dengan berbagai partai politik, LSM, lembaga sosial lainnya, dan organisasi profesi untuk membangun misi politik yang didasarkan pada kemashlahatan umum terutama umat Islam.
5)      Bersikap proaktif dalam membahas dan memberi masukan mengenai isu isu nasional dan legal drafting, baik yang berlaku secara nasional maupun daerah
6)      Mengembangkan model pendidikan politik bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum sehingga masyarakat mampu bersikap kritis dan konstruktif dalam memberikan aspirasi politiknya
7)      Membangun dan mengembangan kekuatan kontrol terhadap pemerintah dalam pengambilan kebijakan publik, transparansi, dan akuntabilitas publik.
8)      Mendorong, mengembangkan, dan mengoptimalkan terus menerus kekuatan Muhammadiyah sebagai elemen pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penegak nilai-nilai moral dan karakter bangsa.
8. Program Bidang Konsolidasi Organisasi
     a. Rencana Strategis:
     Membangun kembali pengelolaan organisasi dalam membawa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam terdepan (leading) dalam manajemen organisasi ke- Islaman maupun dalam menjalankan perannya di tengah dinamika umat, bangsa, dan perkembangan global..
     b. Garis Besar Program:
1)      Membangun manajemen organisasi Muhammadiyah agar berjalan efektif, efisien, profesional, akuntabel, dan kuat dalam memobilisasi seluruh jaringan dan kekuatan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.
2)      Mengembangkan budaya kerja organisasi yang amanah dan terukur (measurable) di seluruh jenjang organisasi dan amal usaha Muhammadiyah.
3)      Mengembangkan instrumen-instrumen penilaian kinerja organisasi sebagai wujud pengelolaan organisasi yang amanah.
4)      Memperluas jaringan persyarikatan di seluruh Indonesia, termasuk di luar negeri.
5)      Meningkatan perhatian dan kesungguhan Muhammadiyah dalam mempersiapkan kadernya baik untuk kepentingan organisasi, umat, maupun bangsa.
6)      Pemberdayaan Ranting Muhammadiyah dalam usaha membangun masyarakat akar rumput yang berbasis Ranting serta membangkitkan kembali gerakan Muhammadiyah di tingkat jama’ah.
7)      Mengembangkan model pemberdayaan warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam proses penataan otonomi daerah dan pengembangan masyarakat madani.
8)      Peningkatan kualitas dan fungsi-fungsi kepemimpinan organisasi di seluruh tingkatan agar mampu menjalankan misi Persyarikatan.
9. Program Bidang Lingkungan Hidup
     a) Rencana Strategis
      Membangun dan mengembangkan model-model praksis gerakan lingkungan dan etika lingkungan hidup yang bersumber pada nilai-nilai Islam yang terpadu dengan bidang lainnya.
  b. Garis Besar Program:
1)      Merumuskan dan mengembangkan etika lingkungan hidup yang sesuai dengan ajaran Islam.
2)      Membangun, mendorong, dan mengembangkan simpul-simpul masyarakat untuk peduli melakukan pemecahan konkrit terhadap persoalan lingkungan hidup dan kemiskinan.
3)      Mengembangkan pola dakwah lingkungan hidup dan konsep pendidikan lingkungan di lembaga pendidikan Muhammadiyah.
4)      Proaktif dan responsif terhadap masalah-masalah lingkungan hidup yang ada di tengah masyarakat
5)      Melakukan advokasi masyarakat korban pencemaran lingkungan hidup.
6)      Mengembangkan panduan praktis pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat luas.
7)      Membangun Jaringan dengan NGO, pemerintah, dan organisasi sosial lain dalam rangka pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup.
8)      Melakukan pengembangan kemitraan dengan lembaga atau institusi yang selama ini mempunyai komitmen, persepsi, dan reputasi baik di bidang lingkungan hidup.
9)      Mensosialisasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat.
10. Program Bidang Pustaka dan Informasi
     a. Rencana Strategis
      Membangun kemampuan dan keluasan jaringan kekuatan informasi serta pustaka Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern di tengah era kehidupan masyarakat informasi.
     b. Garis Besar Program
1)      Mengorganisasi dan memperluas kelengkapan perpustakaan dan fungsi-fungsi pustaka sebagai sumber pengembangan pengetahuan dan informasi bagi kemajuan Persyarikatan.
2)      Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan media publikasi sebagai instrumen bagi pengembangan peran-peran Persyarikatan dalam menjalankan misi di tengah kehidupan.
3)      Pengembangan kerjasama dalam pengelolaan pustaka dan publikasi secara lebih terorganisasi.
11. Program Bidang Seni Budaya dan Olahraga
     a. Rencana Strategis
      Mengembangkan seni-budaya yang bernapaskan Islam dan mencerahkan peradaban manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan berakhlak mulia.
     b. Garis Besar Program
1)      Mengembangkan potensi seni dan budaya Islami yang menghidupkan fitrah kemanusiaan yang halus, indah, dan berakhlak mulia sebagai basis pembentukan peradaban mulsim yang menjadi rahmat bagi alam semesta.
2)      Mengapresiasi dan melakukan seleksi terhadap perkembangan seni dan budaya masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban umat manusia yang sesuai dengan tujuan Muhammadiyah.
3)      Mengembangkan kerjasama dalam memproduksi hasil-hasil kreativitas seni dan budaya yang mengarah pada terbentuknya peradaban umat dan manusia yang sesuai dengan fitrah selaku makhluk Allah yang mulia.
4)      Mengembangkan gerakan kesadaran dan pemasyarakatan olahraga di lingkungan warga Muhammadiyah.



12. Program Bidang Ukhuwah dan Kerjasama Kelembagaan
     a. Rencana strategis:
      Membangun kekuatan Muhammadiyah yang berperan sebagai tenda besar bagi umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya, dalam rangka mengemban misi kerahmatan.
b. Garis besar program:
1)Membangun jaringan dengan berbagai elemen masyarakat, bangsa, dan negara dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Muhammadiyah
2)Membentuk dan mengembangkan simpul-simpul aksi kepedulian terhadap berbagai persoalan umat, bangsa, negara, dan dunia internasional 
3)Menjaring kerjasama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya kader Muhammadiyah
4)Proaktif membangun dan mengembangkan solidaritas umat dan manusia terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional yang menyangkut ketidakadilan, HAM, dan kemanusiaan.













B.     Perkembangan yang Telah dicapai Muhammadiyah Pasca Muktamar ke 46
      Dalam Bab ini akan di jelaskan apa saja yang telah dicapai dari rencana-rencan yang telah dibuat persyarikatan Muhammadiyah atau dapat juga di sebut Perkembangan Muhammadiyah pasca Muktamar ke 46. Menurut tanggapan kami dalam beberapa tahun dari tahun 2010 Muhammadiyah sudah mengalami diantaranya :
1.Program Bidang Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam
1)      Mengembangkan dan menyegarkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam  kehidupan masyarakat yang multikultural dan kompleks. Di Indonesia untuk program ini telah terlaksana benyak sekali kegiatan kegiatan yang di laksana hingga tercapai Program ini.
Contohnya :
*   Kebudayaan Nujuh bulan bagi orang yang Hamil
*   Kebudayaan 100/ 30 hari bagi orang yang telah meninnga. Akan tetapi, sekarang untuk yang Niga hari masih dilaksanakan, bagi orang-orang yang bukan anggota Muhammadiyah karena itu sedikit susah diubah di dalam masyarakat
*   Melakukan Pengajian Rutin Bulanan
*   Pengamalan shalat Muhammadiyah bagi yang belum tahu.
*   Penghitungan satu sawal, bagi Muhammadiyah sebulan sebelum satu sawal mereka sudah mengitung menggunakan ilmu Hisab tetapi  juga menyesuaikan dengan melihat Hilal.
2)      Mensistematisasi metodologi pemikiran dan pengamalan Islam sebagai prinsip gerakan tajdid dalam gerakan Muhammadiyah
Contohnya:
*   Shalat dapat dilakukan dimana saja, maksudnya apabila kita tidak mau menjamak dan mengkasar shalat. Kita dapat shalat di dalam kendaraan tanpa menghadap ke arah kiblat, tetapi sesuai aturan jarak tempuhnya.
*   Boleh melaksanakan puasa sawal terlebih dahulu baru setelah itu membayar hutang puasanya bagi wanita, karena mengingat puasa Sawal waktunya sangat singkat dan wanita manyak penghalang.
3)      Mensosialisasikan produk-produk tajdid, tarjih dan pemikiran ke-Islaman Muhammadiyah ke seluruh lapisan masyarakat
*   Mendirikan Ranting di berbagai daerah
*   Membentuk Organisasi – organisasi Muhammadiyah
4)      Membentuk dan mengembangkan pusat penelitan, kajian, dan informasi bidang tajdid dan pemikiran Islam yang terpadu dengan bidang lainnya.
*   Anggota Mumammadiyah Masuk ke dalam Organisasi ICEMI demi melakukan penelitian, kajian dan informasi di bidang tajdid dan pemikiran Islam yang terpadu dengan Bidangnya.
*   Anggota muhammadiyah masuk ke dalam panitia yang menentukan perhitungan Satu Sawal.
2.      Program Bidang Tabligh
1)      Peningkatan kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah.
*      Bagi penceramah diwajibkan belajar dan menggali ilmu sebanyak bajaknya dan kemudian disampaikan kepada Masyarakat banyak.
*      Memperbanyak anggota Muhammadiyah terutama untuk dijadikan pendakwa yang bagus, dan dilatih sebaik baiknya.
2)      Peningkatan mutu dan kompetensi muballigh Muhammadiyah, dalam hal ini Muhammadiyah sangatlah memperhatikannya.dalam hal ini sudah terlaksana. Sehingga mereka selalu memperbanyak anggota dan meningkatkan mutu-mutunya.
3)      Perluasan jangkauan dakwah agar mampu menyentuh berbagai level dan jenis kelompok masyarakat. dalam hal ini Muhammadiyah sangatlah memperhatikannya.dalam hal ini sudah terlaksana. Dengan membentuk berbabagai kadersehingga dapat memperluas jangkawan dakwah.
4)      Pengembangan dan implementasi dakwah multimedia baik media lokal, maupun media dengan muatan teknologi baru. dalam hal ini Muhammadiyah sangatlah memperhatikannya.dalam hal ini sudah terlaksana. Mengembangkan dengan cara mengikuti seminar dalam bidan teknologi. Sehingga ketika melakukan dakwa mereka menggunakan media dalam menjelaskan. Selain itu muhhammadiyah juga telah berkembang dapat dilihat di internet.
5)      Mengembangkan metode dan praktek pembinaan kehidupan Islami dalam masyarakat.
3.      Program Bidang Pendidikan, Iptek, dan Litbang
1)      Memobilisasi kekuatan Muhammadiyah dalam bidang Iptek melalui pusat-pusat keunggulan yang berbasis lembaga pendidikan Muhammadiyah. Dalam segi pendidikan berhasil contohnya banyak sekali berdirinya pendidikan informal maupun formal di bawah naungan yayasan Muhammadiyah Dari TK, hingga perguruan Tinnggi.
2)      Menjadikan mutu sebagai tujuan utama bagi seluruh usaha pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah
3)      Menyusun sistem pendidikan Muhammadiyah yang berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, sudah terbukti dengan pembelajaran di sekolah sekolah mengenai Muhammadiyah berbadis  Al-Qur’an dan Sunnah.
4)      Mengembangkan program-program penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berbagai aspek kehidupan yang penting dan strategis sebagai basis bagi pengambilan kebijakan dan pengembangan kemajuan Persyarikatan. Ya, sangat terlihat di pulau Jawa

4.Program Bidang Kaderisasi
1)      Meningkatkan kualitas perkaderan dalam segala aspek, meliputi materi, pengelolaan, metode, strategi, dan orientasi perkaderan agar lebih relevan dan kompatible dengan kepentingan dan kebutuhan para kader. Contohnya dengan cara Mengintensifkan pelaksanaan Sistem Perkaderan Muhammadiyah dan menjadikan prkaderan sebagai budaya organisasi di seluruh tingkatan pimpinan, amal usaha, dan institusi-institusi yang berada dalam struktur Persyarikatan.

2)      Meningkatkan kompetensi kader yang meliputi kompetensi akademis dan intelektual, kompetensi keberagamaan, dan kompetensi sosial-kemanusiaan guna menghadapi tantangan organisasi masa depan . contohnya dengan cara Menyelenggarakan Latihan Instruktur disertai pembentukan Korp Instruktur di masing-masing tingkatan sesuai dengan Sistem Perkaderan Muhammadiyah.
3)      Transformasi kader secara terarah dan kontinyu guna memberi peluang bagi kader dalam mengaktualisasikan potensi dan kompetensinya di Muhammadiyah, serta memperluas akses ke berbagai bidang dan profesi di luar Persyarikatan. Contohnya dengan cara Meningkatkan proses transformasi kader dengan banyak melibatkan dan memberi peran yang proporsional kepada kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dalam berbagai aktifitas Persyarikatan.
4)      Penguatan sekolah-sekolah kader Muhammadiyah seperti Madrasah Mualllimin/ Muallimat Muhammadiyah, Pondok Hj. Nuriyah Shobron, PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah), Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah, dan lain-lain dengan pengawasan yang intensif. Ya berhasil
5)    Pemantapan dan peningkatan pembinaan ideologi gerakan di kalangan kader, pimpinan, dan anggota Persyarikatan sebagai basis solidaritas dan kekuatan perjuangan dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah. Ya berhasil.
5. Program Bidang Kesehatan, Kesejahteraan, dan Pemberdayaan Masyarakat
1)      Mendorong pelayanan terpadu bidang kesehatan yang menekankan pada kesehatan fisik, jiwa, iman ,hukum dan sosial. Contohnya, Meningkatkan system penyelenggaraan/pengelolaan amal usaha bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (AUMKESSOS) yang unggul dan berbasis PKO (Penolong Kesengsaraan Omoeom) / Al-Ma’un dengan manajmen terpadu, tatakelola, pengawasan standar pelayanan dan mutu, dan pengelolaan IPO (Input-Proses-Output) yang berkualitas utama sehingga mampu bersaing dan menjangkau masyarakat luas.
2)      Mengembangkan konsep jalinan dan keterpaduan antara pelayanan sosial kesehatan Muhammadiyah dengan masyarakat dalam rangka mengembangkan misi Islam dan Muhammadiyah.
3)      Membangun jaringan pelayanan sosial dan kesehatan Muhammadiyah yang mendorong bagi terciptanya daya dukung kekuatan pelayanan yang kuat, strategis dan cepat kepada masyarakat akar rumput
4)      Membuat dan mengembangkan pusat penelitian, pengembangan, data, informasi dan crisis center kesejahteraan masyarakat sebagai peta dasar dan tindakan strategis dalam memberikan pelayanan sosial Muhammadiyah di masyarakat.
5)      Menghidupkan suasana ke-Islaman dan dakwah dalam setiap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
6. Program Bidang Wakaf, ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah), dan Pemberdayaan Ekonomi
1)      Menegaskan keberpihakan Muhammadiyah terhadap usaha-usaha ekonomi dalam membangun kekuatan masyarakat kecil (akar rumput) yang dhu’afa dan musatdh’afin melalui kegiatan-kegiatan ekonomi alternatif.
2)      Peningkatan pengelolaan ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) dan akuntabilitasnya sehingga menjadi penyangga kekuatan gerakan pemberdayaan umat.
3)      Mengupayakan terlaksananya ekonomi syariah yang lebih kuat dan terorganisasi dengan tersistem.
4)      Peningkatan mutu pengelolaan wakaf dan perkuasan gerakan sertifikasi tanah-tanah wakaf di lingkungan Persyarikatan.
5)      Pengembangan bentuk wakaf dalam bentuk wakaf tunai dan wakaf produktif
7. Program Bidang Partisipasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
1)      Mengembangkan Jaringan persyarikatan Muhammadiyah untuk dioptimalkan pemanfaatannya guna mempengaruhi kebijakan nasional yang sesuai dengan aspirasi masyarakat umum terutama umat Islam
2)      Mengoptimalkan peran kelembagaan, dalam hal ini Majelis Hikmah, untuk memfasilitasi, mendorong, dan mengkoordinasikan para politisi Muhammadiyah untuk berperan aktif dan berpihak pada kepentingan umat Islam dan rakyat secara umum maupun kepentingan Muhammadiyah secara khusus.
3)      Merumuskan dan mengembangkan kaidah etika politik bagi warga Muhammadiyah yang akan duduk di lembaga-lembaga kenegaraan dan atau yang akan menempati jabatan politik maupun jabatan publik.
4)      Membangun dan mengembangan kekuatan kontrol terhadap pemerintah dalam pengambilan kebijakan publik, transparansi, dan akuntabilitas publik.
5)      Mendorong, mengembangkan, dan mengoptimalkan terus menerus kekuatan Muhammadiyah sebagai elemen pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penegak nilai-nilai moral dan karakter bangsa.
8. Program Bidang Konsolidasi Organisasi
1)      Membangun manajemen organisasi Muhammadiyah agar berjalan efektif, efisien, profesional, akuntabel, dan kuat dalam memobilisasi seluruh jaringan dan kekuatan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.
2)      Mengembangkan budaya kerja organisasi yang amanah dan terukur (measurable) di seluruh jenjang organisasi dan amal usaha Muhammadiyah.
3)      Mengembangkan instrumen-instrumen penilaian kinerja organisasi sebagai wujud pengelolaan organisasi yang amanah.
4)      Memperluas jaringan persyarikatan di seluruh Indonesia, termasuk di luar negeri.
5)      Meningkatan perhatian dan kesungguhan Muhammadiyah dalam mempersiapkan kadernya baik untuk kepentingan organisasi, umat, maupun bangsa.
6)      Pemberdayaan Ranting Muhammadiyah dalam usaha membangun masyarakat akar rumput yang berbasis Ranting serta membangkitkan kembali gerakan Muhammadiyah di tingkat jama’ah.
7)   Mengembangkan model pemberdayaan warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam proses penataan otonomi daerah dan pengembangan masyarakat madani.
8)   Peningkatan kualitas dan fungsi-fungsi kepemimpinan organisasi di seluruh tingkatan agar mampu menjalankan misi Persyarikatan.
9. Program Bidang Lingkungan Hidup
1)      Merumuskan dan mengembangkan etika lingkungan hidup yang sesuai dengan ajaran Islam.
2)      Membangun, mendorong, dan mengembangkan simpul-simpul masyarakat untuk peduli melakukan pemecahan konkrit terhadap persoalan lingkungan hidup dan kemiskinan.
3)      Mengembangkan pola dakwah lingkungan hidup dan konsep pendidikan lingkungan di lembaga pendidikan Muhammadiyah.
4)      Proaktif dan responsif terhadap masalah-masalah lingkungan hidup yang ada di tengah masyarakat
5)   Melakukan advokasi masyarakat korban pencemaran lingkungan hidup.
6)      Mengembangkan panduan praktis pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat luas.
7)      Membangun Jaringan dengan NGO, pemerintah, dan organisasi sosial lain dalam rangka pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup.
8)      Melakukan pengembangan kemitraan dengan lembaga atau institusi yang selama ini mempunyai komitmen, persepsi, dan reputasi baik di bidang lingkungan hidup.
9)   Mensosialisasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat.
10. Program Bidang Pustaka dan Informasi
1)      Mengorganisasi dan memperluas kelengkapan perpustakaan dan fungsi-fungsi pustaka sebagai sumber pengembangan pengetahuan dan informasi bagi kemajuan Persyarikatan.
2)      Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan media publikasi sebagai instrumen bagi pengembangan peran-peran Persyarikatan dalam menjalankan misi di tengah kehidupan.
3)      Pengembangan kerjasama dalam pengelolaan pustaka dan publikasi secara lebih terorganisasi.
11. Program Bidang Seni Budaya dan Olahraga
1)      Mengembangkan potensi seni dan budaya Islami yang menghidupkan fitrah kemanusiaan yang halus, indah, dan berakhlak mulia sebagai basis pembentukan peradaban mulsim yang menjadi rahmat bagi alam semesta.
2)      Mengapresiasi dan melakukan seleksi terhadap perkembangan seni dan budaya masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban umat manusia yang sesuai dengan tujuan Muhammadiyah.
3)      Mengembangkan kerjasama dalam memproduksi hasil-hasil kreativitas seni dan budaya yang mengarah pada terbentuknya peradaban umat dan manusia yang sesuai dengan fitrah selaku makhluk Allah yang mulia.
4)      Mengembangkan gerakan kesadaran dan pemasyarakatan olahraga di lingkungan warga Muhammadiyah.
12. Program Bidang Ukhuwah dan Kerjasama Kelembagaan
1)      Membangun jaringan dengan berbagai elemen masyarakat, bangsa, dan negara dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Muhammadiyah
2)      Membentuk dan mengembangkan simpul-simpul aksi kepedulian terhadap berbagai persoalan umat, bangsa, negara, dan dunia internasional 
3)      Menjaring kerjasama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya kader Muhammadiyah
4)      Proaktif membangun dan mengembangkan solidaritas umat dan manusia terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional yang menyangkut ketidakadilan, HAM, dan kemanusiaan.





Para Anggota Persarikatan Muhammadiyah sebenarnya sangatlah ingin Bangsa Kita ini maju, bukan hanya dari segi Agamanya saja. Kemajuan dalam segi Agama itu relative akan selalu di perbaiki, selain dalam segi agama Muhammadiyah juga ingin mumajukan dalam bidang Politik, Kekuasaan, dll. Untuk Negara kita ini, untuk itu Anggota Muhamadiyah banyak sekali recananya yang sudah mereka buat dengan sangat rapi, dan sebenarnya peran Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ini sangatlah besar. Berikut ini akan di jelasan Mengenai Peran Muhaamadiyah Paska Muktamar ke-46.
Secara umum pasca Muktamar Jogja yakni pada kurun waktu 20010-2015 terlah terjadi perkembangan kehidupan yang relatif dinamik, baik dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara maupun global.
 Dalam kehidupan bangsa terjadi dinamika kehidupan nasional yang ditandai munculnya masalah-masalah politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang memerlukan prioritas yang harus dipecahkan. Sedangkan dalam konteks kehidupan global pada kurun lima tahun tersebut ditandai oleh fenomena internasional yang dinamik seperti disahkannya ASEAN Charter oleh sepuluh negara; serta pergeseran yang cepat titik gravitasi geo-politik, geo-ekonomi, dan geo-sosial-budaya dari Eropa dan Amerika Utara ke Asia dengan pusat utamanya China. Selain itu dapat juga berperan dalam :
1)      Meningkatkan komunikasi, jaringan, dan kerjasama dengan organsasi-organisasi Islam, organisasi kemasyarakatan, dan kekuatan-kekuatan strategis baik nasional maupun dunia internasional dalam ikhtiar membangun tatanan kehidupan yang damai, maju, adil, makmur, bermartabat, dan berperadaban utama.
2)      Mengembangkan kerjasama yang proaktif dan harmonis yang saling menguntungkan dengan berbagai instansi, baik pemerintah, maupun swasta, serta dalam maupun luar negeri, untuk mendukung gerak Persyarikatan.
3)      Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri sesuai dengan prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah, dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam guna mengejar ketertinggalan dalam berbagai bidang serta untuk meningkatkan peran Muhammadiyah dan umat Islam secara lebih luas.
4)      Meningkatkan komunikasi, hubungan, dan kerjasama secara proaktif dengan berbagai lembaga negara/pemerintahan baik dengan eksekutif, legislatif, yudikatif maupun institusi-institusi negara/pemerintahan lainnya dalam usaha mengembangkan misi Muhammadiyah.
5)      Meningkatkan perhatian, kepedulian, dan penyikapan terhadap persoalan-persoalan aktual dan krusial yang menyangkut hajat hidup publik, termasuk kepentingan umat Islam, sebagai bentuk keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
6)      Meningkatkan prakarsa dan forum lintas dengan komponen bangsa yang lain dalam usaha memperkuat posisi kekuatan masyarakat madani (civil society) untuk memperjuangkan aspirasi rakyat terhadap pemerintah atau lembaga-lembaga negara lainnya sesuai dengan prinsip dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar yang dilaksanakan Muhammadiyah.
7)      Meningkatkan prakarsa dan komunikasi khusus dengan organisasi-organisasi Islam dalam usaha memperkuat ukhuwah dan kepemimpinan umat Islam, menyelesaikan masalah-masalah krusial dan strategis, serta untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam sebagai penduduk mayoritas dalam peran kehidupan berbangsa dan negara.
8)      Memperkuat posisi dan peran Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern terbesar dalam dinamika nasional dan global melalui berbegai keterlibatan yang strategis, selektif, dan produktif dengan tetap mengindahkan prinsip kemandirian dan sejalan Khittah serta Kepribadian Muhammadiyah.
9)      Meningkatkan networking, dialog perdamaian dan counter terorism, pembentukan core networking, serta human resources dan capacity building untuk memperkuat jaringan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang diperankan Muhammadiyah.










BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari Makalah ini yaitu sebenarnya Muhammadiyah pasca 46 hampir 80% sudah mengalami perkembangan yang, hal tersebut berpatokan kepada isi Muktamar ke 46. Apabila semua isi perencanaan hampir terlaksana semua berarti itu dapat dikatakan berhasil atau mengalami perkembangan.
Dan menurut kami Muhhammadiyah mengalami Perkembangan, dan kami semua harap agar Seterusnya dapat terus berkembang. Jangan sampai Muhammadiyah Runtuh terkhususnya di daerah Bengkulu.
Untuk peranannya, Muhammadiyah sangat berperan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Terutama dahulu, dan sekarangpun Muhammadiyah juga berperan. Semoga akan selamanya seperti itu. Ammin. .